Brilian°Lumajang – Proyek pembangunan jembatan darurat bailey dan pengaman bronjong di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, kembali menjadi perhatian setelah ditemukannya pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) meski pihak pelaksana menyatakan telah memberikan sanksi. Proyek penanganan darurat akibat bencana alam ini dikerjakan oleh CV Fajar Citra Bangun di bawah Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
IN selaku pelaksana proyek, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menjelaskan bahwa APD sudah disediakan lengkap. Ia juga menyebut telah memberikan sanksi kepada pekerja yang tidak mematuhi aturan keselamatan.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian pekerja tetap tidak memakai APD, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sanksi tersebut.
Selain soal keselamatan, muncul pula sorotan terhadap material besi ulir yang digunakan pada konstruksi bronjong. Besi yang tampak di lokasi tidak menunjukkan kode warna atau penandaan pabrik sebagaimana standar material bersertifikasi. IN menyampaikan bahwa besi tersebut telah sesuai SNI dan merupakan permintaan dari pemilik pekerjaan, dengan pengawasan dinas yang diklaim berlangsung setiap hari.
Menanggapi temuan tersebut, Dierel, anggota Aliansi Madura Indonesia, memberikan pernyataan tegas. Ia menyebut proyek penanganan darurat tetap wajib mengikuti prosedur yang benar.
“Ini proyek yang menyangkut keselamatan warga. Maka tidak boleh ada pembiaran. Bila sanksi sudah diberikan tetapi pekerja tetap tidak mematuhi aturan, berarti ada masalah pada pengawasannya,” ujar Dierel.
Dierel juga meminta Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh aspek pekerjaan, mulai dari spesifikasi material hingga penerapan K3.
“Material harus jelas standarnya, dan penggunaan APD wajib tanpa pengecualian. Pengawasan harus hadir secara nyata, bukan hanya pada laporan,” tegasnya.
Sejumlah pihak menilai perlunya inspeksi lapangan lanjutan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, mengingat jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat terdampak bencana.
Tim-Redaksi





