Kemenag Hadir di DPRD, Pastikan Seleksi Baznas Profesional dan Transparan

Selasa, 3 Feb 2026 10:45 WIB
Kemenag Hadir di DPRD, Pastikan Seleksi Baznas Profesional dan Transparan

Brilian°Probolinggo – Proses seleksi Calon Pimpinan Baznas Kota Probolinggo periode 2026–2031 terus berjalan sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku. Tim Seleksi (Timsel) memastikan seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel demi melahirkan pimpinan Baznas yang amanah dan kapabel.

Perwakilan Timsel dari Kemenag Kota Probolinggo, Didik dan Wirawan, menyampaikan bahwa proses seleksi ini mendapat dukungan moril dari DPRD Kota Probolinggo, khususnya Komisi III. Dukungan tersebut menjadi penguat agar Timsel bekerja independen dan patuh pada aturan.

“Dukungan moril dari DPRD memberi ruang bagi kami untuk menjalankan tugas sesuai regulasi, sehingga seleksi ini berjalan lancar dan menghasilkan pimpinan Baznas yang profesional, amanah, dan kapabel dalam mengelola zakat umat,” ujar Didik.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Timsel, jumlah pendaftar awal seleksi mencapai 18 orang. Dari jumlah tersebut, telah disaring menjadi 10 kandidat yang berhak melanjutkan ke tahap wawancara. Selanjutnya, sepuluh nama ini akan diajukan ke tingkat pusat untuk kemudian dipilih lima orang sebagai pimpinan Baznas Kota Probolinggo periode 2026–2031.

Wirawan menjelaskan, penguasaan syariah menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian, yang akan didalami lebih lanjut pada sesi wawancara. Dalam tahapan tersebut, unsur MUI juga akan dilibatkan, khususnya untuk menilai pemahaman fikih para kandidat.

“Nanti di wawancara baru terlihat kemampuan syariahnya. Akan ada Ketua MUI yang berdialog langsung terkait fikih dan pemahaman keagamaan,” jelasnya.

Terkait rekomendasi peserta, Timsel menegaskan bahwa hal tersebut bersifat administratif dan terbuka bagi berbagai ormas maupun lembaga keagamaan. Rekomendasi datang dari beragam unsur, di antaranya PCNU, PD Muhammadiyah, MUI, pondok pesantren, hingga organisasi kepemudaan keagamaan.

“Semua ormas dan lembaga keagamaan bisa memberikan rekomendasi. Yang masuk sepuluh besar ini representatif, dari NU, Muhammadiyah, MUI, pesantren, semua ada,” tambahnya.

Menutup pernyataan, Timsel berharap kepengurusan Baznas ke depan mampu meningkatkan profesionalisme, tata kelola manajerial, serta kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kota Probolinggo.

Singkatnya: seleksi jalan, titipan dibuka terang-terangan secara administratif, kualitas diuji di meja wawancara. Sisanya, biar kinerja yang berbicara.

 

Ferdi

Pos terkait