Kawasan Industri Kecil Sidoarjo Dinilai Berpotensi Besar, DPR Dorong Dukungan Pemerintah

Selasa, 10 Mar 2026 13:30 WIB
Kawasan Industri Kecil Sidoarjo Dinilai Berpotensi Besar, DPR Dorong Dukungan Pemerintah

Sidoarjo – Kawasan industri kecil di Sidoarjo dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor usaha mikro dan kecil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, potensi tersebut dinilai perlu didukung dengan kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada pelaku usaha.

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan industri kecil yang berada di kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Sidoarjo.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki luas sekitar 8 hektare dan saat ini menampung sekitar 130 pelaku usaha industri kecil yang bergerak di berbagai bidang produksi.

Bacaan Lainnya

Ia menilai kawasan industri kecil yang terintegrasi seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur industri nasional dari level bawah. Selain menyediakan ruang produksi bagi pelaku usaha kecil, kawasan tersebut juga dapat menjadi pusat pengembangan keterampilan tenaga kerja.

“Kawasan industri kecil ini sangat bagus karena terintegrasi dengan perbengkelan modern yang bisa mendukung kegiatan produksi sekaligus mendidik tenaga kerja,” kata Bambang Haryo.

Menurutnya, fasilitas perbengkelan modern yang tersedia di kawasan tersebut juga dapat membantu pelaku usaha dalam pembuatan peralatan produksi yang dibutuhkan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Meski demikian, Bambang Haryo menilai pelaku industri kecil masih membutuhkan dukungan lebih lanjut dari pemerintah, khususnya dalam bentuk insentif energi agar biaya produksi dapat ditekan.

Ia menilai harga energi yang lebih terjangkau akan membantu pelaku usaha mempertahankan kegiatan produksi dan meningkatkan daya saing produk industri kecil di pasar.

Selain itu, ia juga mendorong agar pelaku usaha yang mengalami kendala permodalan dapat memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dengan syarat yang lebih ringan.

“Pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan melalui KUR bisa menjadi solusi bagi pelaku industri kecil agar tetap dapat menjalankan usahanya,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala UPT Industri Makanan Minuman dan Kemasan Sidoarjo, Nuring, berharap adanya dukungan tambahan dari pemerintah pusat, khususnya dalam bentuk bantuan peralatan produksi.

Menurutnya, tambahan fasilitas mesin produksi, terutama untuk kebutuhan kemasan, sangat dibutuhkan agar pelayanan kepada pelaku industri kecil dan menengah dapat ditingkatkan.

“Kami berharap ada perhatian dari Kementerian Perindustrian, terutama dalam bentuk hibah permesinan untuk mendukung fasilitas produksi, khususnya di bidang kemasan,” katanya.

Pos terkait