Brilian°PROBOLINGGO – Upaya menghadirkan transportasi publik yang semakin dekat dengan masyarakat kembali ditunjukkan melalui peninjauan lapangan kesiapan perpanjangan layanan Commuter Line SUPAS hingga Stasiun Probolinggo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, sebagai tindak lanjut rencana pengembangan layanan kereta komuter di wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Peninjauan lapangan tersebut melibatkan lintas instansi strategis, mulai dari pemerintah pusat, BUMN perkeretaapian, hingga pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Balai Teknik Perkeretaapian, operator kereta api, serta Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.
Kolaborasi Pusat dan Daerah Demi Transportasi yang Lebih Merata
Kasubdit Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Aditya Karsa, menegaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan telah memenuhi standar sebelum layanan diperpanjang hingga Probolinggo.
Turut hadir Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, jajaran direksi PT Kereta Commuter Indonesia, serta manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang selama ini menjadi tulang punggung layanan transportasi rel nasional.
Fokus Kesiapan Prasarana dan Keselamatan
Peninjauan difokuskan pada kesiapan prasarana dan sarana perkeretaapian, sistem operasional, hingga aspek keselamatan perjalanan kereta api. Selain itu, integrasi angkutan lanjutan di sekitar Stasiun Probolinggo juga menjadi perhatian utama agar layanan Commuter Line benar-benar memberi kemudahan mobilitas bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Pudi Adji Tjahjo Wahono, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh rencana perpanjangan layanan ini sebagai bagian dari pembangunan transportasi publik yang berkelanjutan.
Harapan Baru Mobilitas Warga
Perpanjangan layanan Commuter Line SUPAS hingga Probolinggo diharapkan menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi. Kehadiran moda transportasi massal yang andal juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah daerah, rencana ini menjadi gambaran bahwa pembangunan transportasi bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas hidup masyarakat.
Ferdi





