BHS Jadi Satu-satunya Caleg Terpilih yang diundang ke DPR-RI, Ukir Sejarah Baru

Jakarta, Brilian-news.id – Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono, baru-baru ini diundang secara khusus ke gedung DPR-RI Jakarta.

Kehadiran pemilik sapaan akrab BHS di gedung DPR itu sebagai sejarah baru bagi seorang caleg terpilih yang masih menunggu pelantikan pada 1 oktober 2024 mendatang, namun telah lebih dulu berbicara didepan Eksekutif.

Ia hadir untuk menghadiri seminar fraksi Partai Gerindra di ruang komisi V DPR-RI yang dibuka langsung oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan dihadiri oleh Fraksi Gerindra khususnya dari komisi V dan juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI, Dirjen Hubla dan semua asosiasi yang berhubungan sebagai stakeholder logistik.

Bacaan Lainnya

Seminar yang mengangkat tema Strategi Pengembangan Transportasi dan Logistik Menjemput Indonesia Emas 2045 ini, pemilik sapaan akrab BHS itu, duduk di barisan paling depan.

Caleg dengan suara tertinggi di Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) dengan perolehan 190.741 suara ini, tampak mengeluarkan sejumlah gagasan besar mengenai sektor perhubungan dan logistik di Indonesia.

Dalam seminar itu, BHS menekankan bahwa biaya logistik di Indonesia jangan di konotasikan dengan transportasi saja, sebab disitu ada yang lebih berpengaruh lebih besar lagi.

“Packaging, persediaan inventory, perpajakan, bunga dan sebagainya, termasuk juga kerusakan, promoting dan lainnya. Ini masuk dalam komponen biaya logistik” Tegas BHS, dikutip akun instagram resmi @bambangharyos, Rabu (12/6).

Menurut BHS, Transportasi itu hanya menduduki 27% saja dan dari 27% ini transportasi laut termasuk dominan. Tapi, kalau dibandingkan dengan transportasi darat, misalnya, kata BHS, pengiriman container dari Jakarta ke Singapore hanya Rp6 juta saja. Jadi, transportasi laut sudah sangatlah efisien luar biasa.

Sedangkan biaya logistic dari Jakarta menuju Karawang, hanya sebesar Rp2juta. Kalau kita bagi secara kilometer, itu yang singapore bisa 4.000 sekian. Untuk karawang-Jakarta bisa 40 sekian ribu.

Apalagi, lanjut BHS Transportasi laut ini. Pak dirjen tadi sudah mengatakan. Selama ini, transportasi laut tidak pernah dianggap sebagai infrastruktur prasarana jadi hanya sebagai sarana saja.

Padahal, kalau tidak ada transportasi laut, kita akan membangun jembatan. Ini harganya mahal dan yang membiayai selalu pemerintah. Ini yang membiayai transportasi laut ya perusahaan pelayarannya.

Transportasi laut itu, adalah transportasi super massal, logistik super massal. Tapi harga bahan bakarnya lebih murah transportasi darat daripada laut.

“Transportasi laut, menggunakan bahan bakar non subsidi, sedangkan darat pakai bahan bakar subsidi, dan ini harus dirubah. Dan anggaplah transportasi laut sebagai infrastruktur prasarana serta sarana” Tutup BHS, menegaskan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *