Rekonstruksi Perkelahian Dua Tahun Silam, Ibu RC Sampaikan Penerapan Pasal 351 Tidak Tepat

Rekonstruksi ulang kejadian perkara yang terjadi di salah satu cafe Surabaya hingga menyebabkan duel satu lawan satu (doc : brilian)

Brilian°Surabaya – Kasus perkelahian yang terjadi pada 21 Agustus 2021 silam memasuki tahap baru, yakni usai RC ditetapkan sebagai tersangka oleh Mapolrestabes Surabaya usai dilaporkan oleh NS, atas dugaan penganiayaan.

Namun hal tersebut tidak membuat orang tua RC menyerah begitu saja, pasalnya ia menduga semuanya tidak benar, untuk itulah keluarga meminta rekonstruksi kejadian perkara agar menemukan fakta yang sesungguhnya.

Seperti yang diketahui dari hasil rekonstruksi tersebut, terdapat dua versi yakni dari RC yang mendapatkan pukulan terlebih dahulu, sedangkan dari NS mendapatkan pukulan terlebih dahulu, mengingat bahwa keduanya dibawah pengaruh alkohol usai menenggak minuman keras di salah satu cafe Surabaya.

Tentunya mengetahui hal tersebut, Ibunda RC lantas mengatakan bahwasanya dalam hal ini penerapan pasal yang disangkakan kepada putranya kurang pas, yang mana dalam hal ini putranya mendapatkan ejekan terlebih dahulu dari NS, dan disitulah pemicu awal terjadinya perkelahian ini.

“Kita bisa menyaksikan sendiri, baik dari versi NS dan RC, disitu NS pemicu awal dengan mengatakan “Cemen” sembari meletakkan jari jempolnya kebawah, tentunya putra saya tidak terima, kemudian terlibat perkelahian diantara mereka,” jelas Ibunda RC (2/3) kepada awak media.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk lebih berkeadilan dalam penerapan pasal yang disangkakan terhadap putranya itu, mengingat adanya saling pukul diantara keduanya, bahkan jauh dari kata penganiayaan.

“Jadi disini kami ingin petugas kepolisian usai melakukan rekonstruksi ini bisa mengambil kesimpulan, bahwasanya putra saya pertama diejek, lalu terjadilah baku hantam, jadi kami meminta untuk penghentian penyidikan, mengingat pasal 351 kurang tepat dan tidak memenuhi unsur, hingga ditemukan novum baru,”imbuhnya.

Sementara kuasa hukum RC pada awak media mengatakan pada rekonstruksi menemukan dua perbedaan didalam Cafe dan di luar Cafe antara NS (pelapor) dan RC (terlapor) perlu dibuktikan dan dikonfrontir ulang permasalahan permasalahan karena tidak ada kesinkronan.

“Kita memakai asas Kausalitas dipidana apa yang mendahului penyebab permasalahan ini terjadi kalau di lihat rekonstruksi penyebab utama diduga NC yang memicu,” ujar Kuasa hukum terlapor.

Untuk itulah pihak terlapor masuk keranah hukum karena dari pihak kejaksaan masih P19 dan meminta agar polisi untuk melengkapinya, untuk segera dilakukan rekonstruksi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ayah NS nampak tenang melihat kontruksi reka ulang kejadian yang dilakukan oleh putranya tersebut, bahkan dirinya hanya sedikit berkomentar untuk segala persoalan ini biar petugas kepolisian yang menentukan.

“Saya tidak perlu menjabarkan panjang kali lebar, intinya proses hukum sudah berjalan, jadi kita pasrahkan semuanya kepada pihak kepolisian,” ujar Ayah NS singkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *