Kapolsek Mengwi Hadiri Pelatihan Sipandu Beradat

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati, S.H.,M.H., Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana T.J S.Sos.,S.H.,M.M., (Foto : Istimewa)

Brilian-news.id | Bali – Kepala Kepolisian Sektor Mengwi Kompol I Ketut Adnyana T.J S.Sos.,S.H.,M.M., menghadiri kegiatan pelatihan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) yang digelar oleh Ditbinmas Polda Bali diruang rapat Giri Gosana Kantor Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Rabu (15/11/2023) pukul 09.00 wita.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati, S.H.,M.H., Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana T.J S.Sos.,S.H.,M.M., Waka Polsek Mengwi AKP Ida Bagus Ketut Mantra, KBO Binmas Polres Badung IPTU I Ketut Suwardana, Perbekel Desa Mengwi, Perbekel Desa Gulingan, Perbekel Desa Werdhi Bhuwana, Perbekel Desa Mengwitani, Bendesa Adat Mengwi, Bendesa Adat Gulingan, Bendesa Adat Werdhi Bhuwana, Bendesa Adat Mengwitani, Bankamda Desa Mengwi, Gulingan, Werdhi Bhuwana dan Mengwitani yang didampingi oleh masing-masing Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Dalam kesempatan tersebut AKBP Wedanajati selaku narasumber menjelaskan bahwa Sipandu Beradat merupakan kolaborasi empat pilar yakni TNI, Polri, Desa Adat maupun Desa Dinas dan Swasta dalam menjaga kamtibmas.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh dijelaskan Sipandu Beradat ini merupakan sistem pengamanan lingkungan masyarakat yang ditopang dengan sumber daya manusia berkualitas sarana dan prasarana serta sistem teknologi yang memadai untuk melakukan pengamanan wilayah.

“Sesuai dengan Pergub Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) adalah sistem yang berkolaborasi dan bersinergi yang saling menguatkan antar Pemda, Polri, TNI, Lembaga Desa Adat dan Desa Dinas, serta Swasta dalam penanganan permasalahan sosial atau konflik-konflik sosial yang ada dalam masyarakat dan berpotensi menjadi hambatan, tantangan, ancaman gangguan keamanan terhadap pembangunan Bali”, terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *