Pembunuhan Driver Taksi Online di Malang Direncanakan dengan Rapi

Brilian°Malang – Dua orang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Apris Fajar Santoso (29), driver taksi online di Kabupaten Malang. Aksi pembunuhan itu sudah direncanakan oleh para pelaku.

Kasat Reskrim Polres Malang Iptu Wahyu Rizki Saputro mengungkapkan, kedua pelaku sudah bersama sejak tiga bulan yang lalu, dengan menempati sebuah rumah kos di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Kedua tersangka sudah bersama sejak tiga bulan lalu dengan menempati rumah kos di Kepanjen,” kata Wahyu dalam konferensi pers di Mapolres, Kamis (8/6/2023).

Bacaan Lainnya

Kedua tersangka baru merencanakan untuk melakukan pembunuhan sejak 1 Juni 2023. Mereka sengaja memilih taksi online untuk dapat menguasai kendaraan yang digunakan.

“Tersangka memang sudah merencanakan sejak 1 Juni 2023, sasarannya adalah pengemudi taksi online. Untuk korban dipilih secara random,” tegas Wahyu.

Menurut Wahyu, tersangka secara detil untuk melancarkan aksinya. Dimulai dengan menggunakan kartu telpon sekali pakai untuk digunakan order taksi online.

Selain menggunakan kartu seluler sekali pakai, para tersangka juga menggunakan kartu identitas orang lain saat melakukan pemesanan taksi online. Rencana tujuan ke Pantai Balekambang juga menjadi bagian dari skenario.

Selain itu, para tersangka juga mempersiapkan tali tampar sebagai alat membunuh korban. Termasuk rute order taksi online dengan tujuan Pantai Balekambang.

“Karena tahu pengemudi taksi online biasanya laki-laki. Maka rencana pembunuhan sudah dipersiapkan secara matang oleh tersangka. Tali tampar disiapkan sebagai alat membunuh,” terang Wahyu.

Sebelumnya, Apris Fajar Santoso (29), driver taksi online di Malang dinyatakan hilang oleh keluarganya. Warga Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran ini hilang seusai mengantarkan penumpang menuju Pantai Balekambang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *