Baihaki Akbar Miliki Sejuta Rahasia Kebobrokan Lapas Lamongan, Laporkan ke Kanwil Jatim

Baihaki Akbar, S.E.,S.H saat membuat laporan atas buruknya sistem Lapas Lamongan di Kanwil Jatim (doc : Al-Akbar)

Brilian°Surabaya – Baihaki Akbar, S.E.,S.H salah satu tokoh aktivis asal Madura ini banyak menyimpan data dan bukti akan ketidakadilan yang selama ini terjadi Lembaga pemasyarakatan kelas II Lamongan.

Data rahasia tersebut didapatkannya secara langsung selama dalam waktu 2 bulan lamanya mendekam di Lapas II Lamongan, akibat tuduhan pengeroyokan yang ditujukan kepada dirinya.

Kini usai beberapa bulan lamanya dibebaskan, aroma kebobrokan dari Lapas kela II Lamongan kembali terendus dalam beberapa hari ini, hal itulah yang diungkapkan oleh Baihaki Akbar, S.E.,S.H saat melaporkan adanya pungutan liar dengan berbagai macam di Lapas tersebut ke Kanwil Jatim.

“Jadi kedatangan kami adalah untuk membuat laporan bahwa adanya bukti dan fakta yang kami dapatkan dari orang yang saat ini mendekam di Lapas II Lamongan, kemarin adanya hiburan orkes dangdut dan para napi dimintai uang untuk acara tersebut,” tandas Baihaki Akbar (26/9).

Tidak hanya disitu saja, dirinya menambahkan bahwasanya perbedaan strata masih nampak terpampang dengan jelas, jika adanya perbedaan tahanan kriminal dan tahanan korupsi beda perlakuan.

“Penjahat yang hanya mencuri sandal jepit, tidur beralaskan botol mineral, sedangkan tahanan korupsi yang telah merugikan uang negara ratusan juta rupiah, tidur berkasur empuk, ada kipas angin, serta bebas menggunakan Handphone,” terangnya lagi

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Slamet Supartono selaku Kabid Pelayanan Tahanan dan kemanan Kanwil Jatim, menerima dengan baik atas laporan dari masyarakat ini.

Dirinya akan segera menyampaikan permasalahan ini kepada atasan agar segera ditangani dan jika memang terbukti ada oknum petugas dari Lapas Lamongan yang ikut terlibat maka akan segera diberi sanksi tegas.

“Kami akan segera menindaklanjuti laporan ini, jadi kami akan segera membentuk tim khusus untuk meruntut kasus ini, dan jika benar memang ada seperti yang disampaikan oleh pelapor, maka kami tidak akan segan memberikan sangsi tegas,” pungkas Kabid pelayanan dan tahanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *