Gus Baha’ Jadikan Kebaikan Itu Perintah, Bukan Syarat

‎Brilian°Kajian – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha’ adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama yang berasal dari Rembang.

Gus Baha’ dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur’an. Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, KH Maimun Zubair.

Dalam sebuah video pendek yang diunggah akun Facebook Ngaji Online (26/03/2020) Gus Baha menjelaskan tentang menutup aurat bagi seorang perempuan.

Bacaan Lainnya

Menurut Gus Baha, aurat perempuan sebagaimana pendapat Mazhab Syafi’i, adalah selain muka dan kedua telapak tangan di waktu salat. Sementara di luar salat semua anggota badannya.

Gus Baha menjelaskan juga bahwa ketika akan melakukan kebaikan, alangkah baiknya jangan selalu menganggap sebagai syarat, sebab akan menjadi berat manakala tidak terlaksana.

Misal, seorang Bapak berkata kepada anaknya. “Syarat menjadi anakku harus pintar dan alim.” _Jika demikian, kalau anaknya itu tidak pintar, maka statusnya tidak bisa menjadi anaknya.

Oleh demikian, jadikanlah itu sebagai perintah, perintah Allah, agar lebih rileks dalam dijalankan. Pun demikian dengan kewajiban menurut aurat, baiknya bukan menjadi syarat seseorang beragama Islam, tetapi baiknya dijadikan sebagai perintah Allah.

Itulah pesan Gus Baha tentang perintah dan kewajiban di dalam Islam. Semoga bermanfaat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar