Antusias Warga Desa Sibon Untuk Mendapatkan Vaksin Patut Di Apresiasi

Brilian°Pasuruan – Pelaksanaan vaksinasi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan desa Sibon patut di apresiasi,(17/11/21)

Pasalnya dari 200 vaksin, Warga Yang datang 400 yang sudah di berikan jenis Pfizer Ludes di serbu warga sejak pagi, warga yang antusias antri dengan tertip dan tetap menjaga prorokol kesehatan (prokes).

Vaksin jenis Pfizer, Dan Zinofax yang sengaja di peruntukan bagi masyarakat umum, warga sibon khususnya, warga yang sudah pernah menerima vaksin pertama kini di berikan vaksin tahap ke dua agar masyarakat terhindar dari Covid-19. Secara gratis.

Pemerintah kabupaten pasuruan terus intensifkan agar dapat kembali ke pemberlakuan pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1. Hasil asesmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), targetnya adalah minggu ketiga di bulan desember 2021. Sudah memasuki PPKM Level 1. Begitu juga tekat pemerintah kabupaten pasuruan, melalui pernyataan yang pernah disampaikan oleh wakil bupati pasuruan, “Gus Mujib Imron” beberapa waktu yang lalu kepada media Awak Media.

Pj. Kades sibon as’ary saat si temui awak media di sela sela giat mengatakan, “Alhamdulillah warga sekarang sudah banyak yang sadar, bahwa vaksin tersebut bukan merupakan kepentingan pemerintah desa atau pemerintah kabupaten semata. Namun vaksinasi tersebut sudah merupakan kepentingan warga sendiri, selain meningkatkan imunitas tubuh, juga menjadi kepentingan dirinya sendiri. Karena sekarang dalam kepengurusan surat-surat atau apapun yang ditanyakan awal adalah surat vaksin, dan yang ke dua, di setiap pengambilan bantuan juga harus di sertai dengan surat vaksin, mau nikah pun di tanya apa sudah vaksin, nah dari situ masyarakat sadar atas pentingnya vaksinasi seperti ini.

Pj. Kades juga berharap terkait dengan status kabupaten pasuruan yang masih dalam Level 3, dengan adanya percepatan vaksinasi kolaborasi seperti vaksinasi tahap kedua ini, muda-mudahan status kabupaten pasuruan bisa segera kembali ke Level 1, agar ekonomi kita segera kembali normal.

Karena masyarakat sudah bisa bekerja dengan maximal tidak ada pembatasan jam untuk dagang misalnya, sudah bisa kembali bebas, dengan demikian ekonomi bisa kembali normal seperti sebelumnya atau sebelum adanya musibah covid-19 Melanda indoneaia ini,”pungkas As’ary.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *