Melihat Lagi Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang yang Disorot Irjen Suntana

Melihat Lagi Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang yang Disorot Irjen Suntana

Brilian•Jawa Barat – Kapolda Jabar kini resmi dijabat oleh Irjen Suntana. Ia menggantikan Irjen Ahmad Dofiri yang diangkat menjadi Kabaintelkam Mabes Polri.

Setelah resmi menjabat Kapolda Jabar, Suntana langsung menggelar rapat bersama seluruh jajaran Polda Jabar pada Senin (15/11). Dalam rapat itu, ia menyoroti kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

“Masalah Subang sudah dua bulan belum diungkap. Polisi tetap melakukan proses karena memang pengungkapan suatu perkara dalam kasus pembunuhan kadang-kadang gampil cuma sehari, kadang-kadang hitungan jam,” kata dia di Polda Jabar.

Bacaan Lainnya

Suntana menambahkan, ada sejumlah kasus yang proses penyelidikannya memerlukan kehati-hatian.

Namun khusus kasus ini, dia memerintahkan jajarannya mempercepat pengungkapan kasus tersebut karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Ada kasus tertentu yang kadang proses pengujiannya itu harus hati-hati. Konsekuensi polisi dalam penentuan tersangka di praperadilan. Tapi kadang perlu hati-hati,” ucap dia.

“Saya sudah tugaskan Direktur Serse agar kasus ini segera karena menyangkut tingkat kepercayaan Polri juga,” tutur dia.

3 Bulan Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Belum Terungkap
Dalam kasus itu, ibu dan anak yang menjadi korban pembunuhan bernama Tuti (55) dan Amelia Mustika Ratu (22). Mereka ditemukan tewas di dalam bagasi Toyota Alphard.

Mobil itu terparkir di garasi rumahnya di Cagak, Subang, pada 18 Agustus 2021. Sudah hampir 3 bulan berlalu, namun belum diketahui siapa pembunuh keduanya dan motifnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengatakan, polisi masih memeriksa para saksi. Dari pemeriksaan ini, ada keterangan saksi yang berubah sehingga masih perlu penyesuaian.

“Kembali dalam pemeriksaan yang dilakukan Polres Subang tetap dilakukan, masih tetap dilanjutkan karena ada beberapa informasi yang berubah dari keterangan saksi. Ini diupayakan untuk dicari kesesuaian, jadi mohon bersabar,” kata dia.

“Perubahan ini bukan berarti seseorang itu berubah, dia memberikan keterangan berubah, tetapi ada kalanya dia melihat sesuatu yang ternyata tidak fokus, misalnya dia melihat ada helm, helm ini dikatakan warna apa dan sebagainya nah ini masih ditanyakan,” lanjut dia.

2 Kali Jasad Tuti dan Amelia Diautopsi
Selama penyelidikan kasus ini, polisi dua kali membongkar makam Tuti dan Amelia untuk kepentingan proses autopsi. Autopsi dilakukan guna mencari kesesuaian di antara bukti dan petunjuk baru.

“Jadi, untuk kenapa kita lakukan autopsi lagi karena kita sedang mencari kesesuaian antara bukti dan petunjuk yang telah kita temukan yang baru dengan bukti penyebab kematian,” kata Erdi.

Erdi menambahkan, dalam proses autopsi, polisi akan melihat kembali luka yang diderita oleh dua korban. Selain itu, akan diteliti pula waktu kematian korban serta ada atau tidaknya perlawanan yang dilakukan korban.

“Kemudian, bisa juga kita untuk mencari kesesuaian waktu kematiannya lagi secara lebih spesifik. Jadi seperti itu, apakah itu ada perlawanan atau tidak, nanti itu kan dari autopsi kelihatan,” ucap dia.

Erdi memastikan, autopsi diharapkan dapat semakin memperkuat bukti yang telah didapat sehingga pelaku pembunuhan keji itu dapat segera diungkap. Autopsi yang dilakukan ini telah mendapat persetujuan dari pihak keluarga tapi tak akan diungkap ke publik.

Yosep dan Istri Muda Jalani Tes Kebohongan
Pembunuh Tuti dan Amelia dalam kasus ini masih samar. Namun diduga kuat pelaku tidak jauh dari lingkaran keluarga korban.

Polisi kemudian melakukan tes kebohongan kepada Yosep dan istri mudanya yakni Mimin. Yosep merupakan suami Tuti.

“Yosep menjalani tes kebohongan tanggal 17 September lalu sedangkan Mimin dites pada tanggal 18 September. Tes kebohongan itu awalnya digelar di Polres Subang. Namun belakangan, tidak jadi. Mereka berdua dites kebohongan di sebuah tempat yang dirahasiakan.

“Pak Yosep melaluinya hari Kamis, dari Magrib sampai jam 21.00 WIB kemudian dilanjutkan Jumat,” kata pengacara Yosep, Rohman Hidayat.

Tes kebohongan itu dilakukan oleh tim dari Bareskrim Mabes Polri yang turut dilibatkan untuk mengungkap perkara itu. Dalam tes itu, mereka diminta menjawab sejumlah pertanyaan dan kembali menegaskan tak terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

Terkait hasil dari tes kebohongan itu, Yosep mengaku belum mengetahuinya.

“Jadi, kaitan hasilnya silakan ditanya ke penyidik. Saya tidak masuk ke ruangan pada saat tes. Untuk hasil kita belum tahu,” ujar dia.

Yosep Tegaskan Tak Bunuh Istri dan Anaknya
Jauh sebelum pemeriksaan kebohongan, Yosep pernah berujar dirinya tidak membunuh Tuti dan Amelia. Ia bahkan mengajukan caddy golf sebagai saksi untuk memperkuat bukti ia tak terlibat pembunuhan itu.

“Kita siapkan untuk dijadikan saksi,” kata pengacara Yosep, Rohman Hidayat.

Menurut Rohman, hubungan antara Yosep dan caddy itu hanya sebatas teman. Jika hendak bermain golf, caddy tersebut yang menemani Yosep. Namun tak disebut secara rinci identitas caddy golf itu.

“Kalau [Yosep main] golf, caddy-nya dia terus,” ujar Rohman.

Pembunuhan Tuti dan Amalia terjadi ketika Yosep sedang berada di kediaman istri mudanya, Mimin. Kemudian, Yosep pulang ke rumah mengambil stik golf setelah janji bertemu dengan caddy-nya untuk bermain golf.

Saat di rumah, Yosep mendapati kondisi rumah sudah berantakan dan segera melapor ke polisi. Yosep dan polisi lantas menemukan jasad Tuti dan Amalia di dalam bagasi mobil.

Bareskrim Ikut Asistensi
Belakangan, Bareskrim Polri mengirimkan tim untuk membantu menyelidiki kasus pembunuhan anak dan ibu itu.

“Tim Asistensi dari Bareskrim sudah di sana untuk membantu,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.

Andi menuturkan, pihaknya akan menganalisa informasi yang sudah dikumpulkan Polres Subang dan Polda Jawa Barat.

“Melakukan penyelidikan termasuk menganalisa semua informasi yang sudah diperoleh oleh Polres Subang dan Polda Jabar,” ujar Andi.

Pelaku Diduga Orang Dekat
Belum diketahui siapa pelaku pembunuhan dan motif dalam kasus ini. Namun diduga pelaku adalah orang dekat.

Kasat Reskrim Polres Subang AKP M Zulkarnaen meyakini kedua korban dibunuh orang terdekat. Menurutnya, dugaan sementara itu merupakan hasil dari penyelidikan olah TKP.

Motifnya belum diketahui jelas, yang pasti korban kenal dengan pelaku,” kata Zulkarnaen.

“Penyerangannya tidak menimbulkan kerusakan. Posisinya sempat berantem juga kalau dilihat dari TKP,” kata dia.

Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang dari rumah korban.

“Tidak ada barang hilang dalam insiden tersebut. Sudah dicek sama tim. Hanya berantakan saja (rumahnya),” ujar Zulkarnaen.

HP Amalia Hilang
Meski tak ada barang berharga yang hilang, namun ternyata handphone milik Amalia hilang. Polisi pun masih mencari keberadaan ponsel tersebut. Sementara barang-barang lain tak ada yang hilang.

“Kita masih cari HP anaknya yang hilang. Selain itu, tidak ada lagi barang yang hilang, ” kata Kapolres Subang AKBP Sumarni. Hingga kini, belum ada kejelasan terkait HP milik Amalia.

Hasil Autopsi
Hasil autopsi Tuti dan Amalia menunjukkan adanya kerusakan pada tulang tengkorak kepala akibat hantaman benda tumpul.

“Dari hasil pendalaman olah TKP, hasil autopsi, pemeriksaan para saksi, diketahui kedua korban mengalami kerusakan pada tengkorak kepala akibat hantaman benda tumpul,” tutur Sumarni.

Sumarni memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seksual di tubuh keduanya.

Selain itu diketahui terdapat selisih sekitar 5 jam antara kematian kedua korban. Amalia diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB karena penganiayaan, sedangkan ibundanya, Tuti, dibunuh lima jam sebelumnya saat tertidur.

Sumarni, mengatakan pelaku pembunuhan itu diduga lebih dari satu orang. Musababnya, ditemukan ada dua tapak kaki yang berbeda di dalam rumah.

“Dari jejak, ada dua tapak kaki yang berbeda. Diduga lebih dari satu orang, ” ujar Sumarni.

Sumarni juga mengatakan pelaku diduga sudah mengenali korbannya dan mengetahui situasi rumah. Apalagi, insiden itu terjadi saat suami korban, Yosep, sedang tidak berada di rumah. Tak ada orang lain yang tinggal di rumah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *