Anies Sebut Risiko Pungli PNS DKI Kecil Karena Tunjangan Pegawai Sudah Mencukupi

Anies Sebut Risiko Pungli PNS DKI Kecil Karena Tunjangan Pegawai Sudah Mencukupi

Brilian•Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mencanangkan seluruh wilayah administrasi di ibu kota bebas pungutan liar (Pungli). Pencanangan tersebut, kata Anies, karena sedianya tiga celah pungli dapat diantisipasi.

“Saat kita mencanangkan ini, keseluruhan wilayah, sebagai satu kesatuan Insya Allah benar-benar seluruh wilayahnya bebas dari pungli,” ucap Anies di Balai Kota, Selasa (16/11).

Menurut Anies ada tiga celah terjadinya pungli. Pertama adalah faktor kebutuhan. Menurutnya, seorang pegawai negeri yang melakukan pungli umumnya terdesak akibat kebutuhan.

Bacaan Lainnya

Minimnya kebutuhan yang diberikan negara membuat seorang pegawai mencari pemasukan tambahan, seperti pungli. Namun demikian, Anies menjamin tunjangan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencukupi kebutuhan pegawainya sehingga minim risiko terjadinya pungli.

“Nah yang kebutuhan Alhamdulillah di DKI Jakarta seluruh jajarannya diberikan tunjangan yang Insya Allah mencukupi untuk hidup layak di Jakarta. Jadi secara alasan kebutuhan tidak lagi, karena sudah dicukupi,” klaim Anies.

Kedua, yaitu faktor sistem. Melalui digitalisasi administrasi, membuat interaksi antara warga Jakarta dengan petugas menjadi minim dan mengurangi risiko adanya pungli.

Digitalisasi administrasi juga bermanfaat dengan percepatan birokrasi dan perizinan yang terjadi di Jakarta.

“Dengan digital artinya secara sistem dibangun di mana ruang terjadinya potensi pemerasan potensi penyogokan bisa dihindari dengan melakukan digitalisasi atas semua aspek pelayanan di Jakarta,” ucapnya.

Terakhir, faktor keserakahan. Anies mengakui, sifat serakah sangat sulit diobati tanpa ada kesadaran dari diri sendiri.

Sebab, imbuh Anies, pemenuhan kebutuhan yang mencukupi tidak akan pernah puas diterima seseorang jika masih memiliki sifat serakah. Namun, operasi mendadak diharapkan dapat menekan sifat keserakahan dari para pegawai negara.

“Operasi-operasi yang dilakukan Insya Allah akan memberikan efek jera,” pungkasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *