Kasus Covid-19 di Dunia Hampir 250 Juta, Rekor Wabah Baru Muncul di Eropa Timur

Kasus Covid-19 di Dunia Hampir 250 Juta, Rekor Wabah Baru Muncul di Eropa Timur

Brilian•Jakarta – Kasus Covid-19 di seluruh dunia mendekati angka 250 juta pada Minggu (7/11), ketika lonjakan virus corona yang disebabkan varian Delta mulai melambat dan perdagangan serta pariwisata telah mulai dibuka kembali, walaupun beberapa negara di Eropa timur sedang mengalami wabah baru.

Selama tiga bulan terakhir, rata-rata jumlah kasus harian turun sampai 36 persen, menurut analisis Reuters.

Walaupun penyebaran telah melambat, virus corona masih menginfeksi 50 juta orang setiap 90 hari karena varian Delta yang sangat menular, menurut analisis tersebut. Membutuhkan hampir setahun untuk mencatat 50 juta pertama kasus Covid-19.

Seperti dilansir The Straits Times, Senin (8/11), para ahli kesehatan optimis banyak negara yang berhasil mengatasi pandemi berkat vaksin dan penularan alami, walaupun mereka memperingatkan cuaca yang lebih dingin dan musim liburan yang akan datang bisa meningkatkan kasus.

“Menurut kami antara sekarang dan akhir 2022, ini merupakan titik di mana kita berhasil mengendalikan virus, di mana kita secara signifikan mengurangi penyakit parah dan kematian,” jelas ahli epidemiologi ternama WHO, Dr Maria Van Kerkhove, kepada Reuters.

Di samping vaksin, para dokter sekarang memiliki pengobatan atau penanganan yang lebih baik.

Kamis lalu, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui pil antivirus Covid yang dikembangkan Merck dan Ridgeback Biotherapeutics yang disebut molnupiravir. Penelitian menunjukkan obat ini bisa memangkas 50 persen risiko kematian atau rawat inap bagi mereka yang paling berisiko terkena Covid parah, ketika diberikan saat awal-awal infeksi.

Infeksi masih tinggi di 55 dari 240 negara di dunia, di mana Rusia, Ukraina, dan Yunani mendekati rekor tertinggi kasus yang dilaporkan sejak pandemi dimulai dua tahun lalu, menurut analisis Reuters.

Angka vaksinasi di Eropa Timur salah satu yang paling rendah di kawasan tersebut.

Lebih dari setengah dari semua infeksi baru yang dilaporkan di seluruh dunia berasal dari negara-negara Eropa, di mana jutaan infeksi baru tercatat setiap empat hari, menurut analisis tersebut.

Beberapa wilayah di Rusia mengatakan pekan ini mereka bisa menerapkan pembatasan tambahan atau memperpanjang penutupan perkantoran untuk melawan lonjakan kasus Covid ketika negara itu mencatat kasus kematian tertinggi karena penyakit ini.

Lebih dari setengah populasi dunia belum menerima satu dosis vaksin Covid, menurut Our World in Data. Kurang dari 5 persen orang di negara-negara berpendapatan rendah menerima sedikitnya satu dosis vaksin.

WHO dan kelompok bantuan lainnya bulan lalu mendesak para pemimpin negara G20 untuk menggelontorkan dana USD 23,4 miliar untuk mengirim vaksin, alat tes, dan obat Covid ke negara-negara miskin dalam 12 bulan mendatang.

“Kesenjangan vaksin masih menjadi penghalang terbesar untuk mencapai target cakupan kita,” kata asisten direktur Organisasi Kesehatan Pan Amerika, Dr Jarbas Barbosa.

Barbosa juga mendesak pemerintah untuk memprioritaskan lansia, pekerja garda depan, dan orang yang memiliki penyakit komorbid untuk mencegah sistem kesehatan terbebani dengan lonjakan pasien.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *