Antrean BBM Berulang Kali Terjadi, Pemkab Jayawijaya Panggil Agen

Ilustrasi antrean BBM

Brilian•Papua – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua kembali memanggil empat pengelola agen premium dan minyak solar (APMS) di daerah ini. Mereka dipanggil untuk membahas berulangnya antrean kendaraan demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Sekda Jayawijaya Tinggal Wusono mengatakan, pertemuan yang sudah dilakukan menghadirkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yaitu Dinas Perhubungan dan Disnakerindag.

“Antrean panjang mengganggu lalu lintas dan kinerja kita karena yang mengantre banyak juga yang bekerja. Untuk alokasi BBM, kuota kita masih aman,” kata Tinggal di Wamena, Sabtu (6/11).

Ia berharap antrean kendaraan, yang panjangnya bisa lebih dari satu kilometer itu, bukan disebabkan ulah penimbun BBM subsidi yang ikut mengantre. “Mungkin harus belajar berbagi karena kebutuhan BBM ini tidak hanya untuk satu-dua orang atau golongan tertentu, ini untuk semua masyarakat,” katanya seperti dilansir Antara.

Tinggal mengimbau Dinas Perhubungan menertibkan kendaraan yang hendak mengisi BBM subsidi di APMS-APMS tersebut agar tidak terjadi antrean. Kendaraan pengisi BBM di APMS harus sesuai nomor polisi kendaraan.

Kepala Disnakerindag Jayawijaya Lukas Kossay mengatakan, pihaknya akan ikut mengawasi agar BBM subsidi tidak dijual sebagai BBM industri. “Yang sulit diawasi itu beli di Jayawijaya dengan harga subsidi namun dibawa keluar dan dijual dengan harga industri, sehingga kami akan segera turun dan melakukan pengawasan,” katanya.

Berdasarkan pantauan Antara, APMS di Jayawijaya tidak lagi menyalurkan premium sejak 1 November 2021. Bahan bakar yang dijual adalah pertalite, dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan yang berlaku di Tanah Air.

Sementara untuk harga pertalite di pengecer Rp20 ribu per liter. Jumlah pengecer ini cukup banyak dan mencapai ratusan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *