Riuh Cafe Escobar Timbulkan Darah

Brilian°Surabaya – Sebuah Cafe yang berada di Jalan Ngaglik Surabaya pada Senin 25/10 Dinihari sekitar pukul 01.00, tiba tiba dipenuhi mobil polisi yang berjejer rapi di pinggir jalan.

Ternyata, kedatangan polisi itu guna mengamankan situasi yang tengah terjadi. Pasalnya, saat itu sedang terjadi perseteruan antara pemuda dari NTT dengan pegawai dari cafe tersebut.

Aksi saling lempar botol minuman keras, dan batupun tak terelakkan dari kedua kubu. Kejadian tersebut disinyalir adanya buntut pemukulan pada kemarin harinya.

Dalam keterangannya, Remond dan Gusty Radja perwakilan pemuda asal NTT menuturkan, berawal adanya salah satu rekannya kemarin dipukul oleh salah satu karyawan saat berada di cafe Escobar, kemudian kedatangannya kali ini bersama rekan rekannya ingin klarifikasi sekaligus minta pertanggungjawaban.

“Kami itu datang kesini ingin mediasi, tapi saat kami hendak masuk kedalam, kami tiba tiba dilempar botol dari pengunjung atas, kami balas lah mereka,” ujar Remond saat di lokasi

Bahkan tidak hanya disitu saja, Gusti Radja juga menambahkan, bahwasanya akibat dari pelemparan botol yang dilakukan oleh pegawai Escobar, menyebabkan 4 temanya mengalami luka di kepala hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Salah teman Remond yang menjadi korban kekerasan

“Itu teman kami sampai kepalanya pecah, kami ingin minta keadilan, dan itu posisinya cafe masih disegel oleh pemerintah kota, tapi kenapa masih berani buka, tolong pemerintah kota Surabaya dan polisi bertindak tegas,” tandas Gusti Radja.

Sementara itu, ditempat yang sama salah satu karyawan Escobar menjelaskan bahwa kedatangan mereka tiba tiba masuk dan menyerang.

“Kami saat itu hendak Clousing karena waktu sudah menunjukkan pukul 12, namun saat itu tiba tida datang gerombolan pemuda itu dan melakukan penyerangan, sontak kami membalas dari lantai atas dengan melempari botol, kami berjaga diri di atas, karena saat itu lantai satu ada yang membakar,” ujar karyawan Escobar.

Kondisi didalam cafe Escobar pasca bentrok

Karyawan yang enggan menyebutkan namanya tersebut juga menambahkan, bahkan tidak hanya disitu saja, saat bentrokan berlangsung, minuman kami ludes

“Kursi dan meja kami berantakan, serta minuman botol kami habis, ini juga terbakar, makanya kami takut dan mengamankan diri di lantai atas,” ujar karyawan tersebut.

Sementara itu, guna mengamankan situasi dari hal yang tidak diinginkan, polisi mengamankan sejumlah pengunjung dan pegawai Escobar untuk dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sampai berita ini diturunkan, jumlah pegawai dan pengunjung yang dibawa ke Mapolrestabes Surabaya belum diketahui. Untuk hasil kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut juga masih belum diketahui. Kemudian dari pihak NTT yang menjadi korban akibat pelemparan juga masih belum diketahui kabar selanjutnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *