Terkait Pengeroyokan dan Perusakan Rumah. Akhirnya Dua Korban Melapor ke Polrestabes Surabaya

Brilian•Surabaya – Terkait Pengeroyokan dan perusakan rumah. Akirnya dua korban melapor ke Polrestabes Surabaya, setelah menjadi sasaran pengeroyokan di Rumah mewah Jalan Serayu 1 Surabaya pada Sabtu (02/10/2021).

Korban Kladius Ojorsut selaku scurity saat ditemui awak media Brilian-news.id di Mapolrestas Surabaya mengatakan, dengan kedatangan kami ke Polrestabes saya ingin melapor atas inseden setelah menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa orang yang tidak dikenal.

Dari dua laporan korban kepada Polisi, Nomer: TBL/B/736 /X/2021/ SPK/ Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur. Dan TBL /B/ 799/X/2021/SPK/ Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur. Pada Selasa sore Bahwa Pada Sabtu 2 Oktober 2021, sekira pukul 11.00 WIB, pada waktu itu diduga sekitar 11 orang mendatangi rumah korban dengan mendorong pintu gerbang secara paksa hingga engsel rusak, dan kami sempat mendapatkan pemukulan dari preman tersebut.

Bacaan Lainnya

Maka saat kejadian, Aksi Premanisme ini bukan hanya terjadi pada hari ini saja, sebelumnya para preman tesebut, juga melakukan Vandalisme dengan mencoret – coret dinding rumah dengan cat, bahkan para preman ini pernah mengunakan ketapel dan batu untuk meneror penghuni rumah, akibat kejadian ini pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Tidak hanya itu salah satu asisten pembantu rumah tangga (PRT) Siti Fatima menjelaskan, Bahwa dari beberapa orang yang datang adalah adiknya pak Alex Hongkay Wijoyo yakni Hengkay Wijoyo berserta istrinya dan anaknya.

“Waktu itu saya sempat didorong hingga kepala kami terbentur dipintu dan mereka juga memaksa masuk kedalam dan sempat memecahkan guci serta meja marmer,” kata Siti asisten rumah tangga.

Sementara itu Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Faqih menjelaskan, pada saat itu kedua korban dan saksi datang kepolrestabes untuk membuat laporan, saat ini masih dalam menjalani pemeriksaan di ruangan Satreskrim Polrestabes Surabaya, sambil menungu hasil visum yang mana nanti jika visum sudah keluar maka nanti bisa gelar perkara tersebut.

“Dan jika dalam hasil visum tersebut sudah memenuhi unsur maka nanti kita bisa melakukan pemangilan kepada pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut” pungkasnya.  (Kukuh Setya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *